DAERAH

Tragedi di Danau Rana Mese, Pelajar SD Asal Golo Loni Masih Dalam Pencarian

×

Tragedi di Danau Rana Mese, Pelajar SD Asal Golo Loni Masih Dalam Pencarian

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI TIMUR, AntarNews- Seorang pelajar sekolah dasar (SD) dilaporkan diduga tenggelam di Danau Rana Mese, tepatnya di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin, 4 Mei 2026.

Korban diketahui berinisial GN (12), siswa kelas V SDI Maras, warga Desa Golo Loni. Informasi awal kejadian diterima dari petugas KSDA yang bertugas di kawasan Danau Rana Mese, kemudian diteruskan kepada aparat dan pemerintah setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat bersama warga segera bergerak menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 14.35 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan masyarakat yang telah lebih dahulu melakukan upaya pencarian.

Di lokasi, ratusan warga Desa Golo Loni terlihat terlibat aktif dalam proses pencarian dengan cara berenang dan menyisir area danau.

Namun, hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan.
Kondisi dasar danau yang dipenuhi rumput liar serta lumpur tebal diduga menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Selain itu, keterbatasan peralatan juga membuat upaya pencarian belum dapat dilakukan secara maksimal.

Aparat TNI dan Polri turut berada di lokasi untuk membantu proses pencarian sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat juga melaksanakan ritual adat sebagai bentuk ikhtiar agar korban segera ditemukan.

Kepala Desa Golo Loni, Yohanes B. Okalun, mengatakan bahwa pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat terus berupaya maksimal sejak awal kejadian, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan.

“Kami langsung bergerak setelah menerima informasi. Seluruh unsur, baik masyarakat maupun aparat, terlibat aktif dalam pencarian. Kendala utama adalah kondisi danau yang berlumpur dan dipenuhi rumput, sehingga menyulitkan proses pencarian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait guna memperkuat upaya pencarian.

“Koordinasi terus kami lakukan. Kami berharap dengan kedatangan tim Basarnas, proses pencarian dapat berjalan lebih optimal dan korban dapat segera ditemukan,” tambahnya.

Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus berlangsung dan akan dilanjutkan pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan melibatkan tim Basarnas yang dijadwalkan tiba dari Labuan Bajo.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan spekulasi yang dapat mengganggu proses pencarian, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan bersama-sama mendukung proses pencarian. Harapan kami, korban dapat segera ditemukan,” tutupnya.

</p