DAERAH

Usai Urus SKCK, Dua Cakades di Wae Ri’i Nyatakan Komitmen Siap Membangun Desa

×

Usai Urus SKCK, Dua Cakades di Wae Ri’i Nyatakan Komitmen Siap Membangun Desa

Sebarkan artikel ini

Antarnews.net – Dua figur Calon Kepala Desa (Cakades) asal Kecamatan Wae Ri’i, Tedorus Weke dan Fransiskus Leven mendatangi Polres Manggarai, Kamis 7 April 2026. Keduanya terlihat kompak mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai salah satu syarat kelengkapan maju di Pilkades 8 Oktober 2026 mendatang.

Dua figur Cakades ini berasal dari Desa yang berbeda di Kecamatan Wae Ri’i. Tedorus Weke akan maju sebagai Cakades Wae Mulu, sedangkan Fransiskus Leven akan maju sebagai Cakades Longko.

Keduanya pun sama-sama berkomitmen penuh untuk membangun desanya masing-masing ke arah yang lebih maju.

Berbicara dengan Wartawan usai mengurus SKCK, Cakades Wae Mulu, Tedorus Weke menyampaikan sebuah komitmen penting yang ia buat demi kepentingan masyarakat di desanya jika terpilih menjadi Kades.

Komitmen Tedorus tersebut akan ia wujudkan melalui pelayanan yang transparan, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta yang paling penting keterlibatan semua pihak dalam aspek pembangunan desa.

“Jadi bagi saya maju sebagai Cakades bukan semata untuk mencari jabatan, tetapi lebih kepada pelayanan kepada masyarakat, transparan dalam penggunaan dana desa serta yang paling penting adalah keterlibatan semua pihak dalam pembangunan” kata Tedorus.

Komitmen lain yang diutarakannya adalah, ia berjanji akan menjadi seorang kepala desa yang netral, tidak ada kubu 01 atau 02, semua akan dilayani dengan adil.

Tak hanya itu, sebagai bentuk transparan ia akan mengumumkan penggunaan dana desa di papan informasi serta melibatkan seluruh unsur di desa secara terbuka.

“Saya akan bekerja keras selama 6 tahun penuh. Program saya tidak hanya berhenti sampai di baliho saja” ungkapnya.

“Komitmen ini saya pegang di hadapan Tuhan dan masyarakat Wae Mulu” tambahnya.

Tedorus juga menyampaikan motivasinya maju sebagai Cakades Wae Mulu. Hal tersebut berangkat dari rasa prihatin yang mendalam terhadap kondisi yang terjadi di desanya.

Ia tidak ingin desanya jalan di tempat tetapi bisa bangkit untuk maju 6 tahun ke depan.

“Saya tidak bisa diam lihat desa Wae Mulu jalan di tempat, tetapi harus bangkit. Saya memang lahir di Mbaumuku Ruteng tetapi tiap hari saya dengar warga mengeluh jalan rusak, susah air, susah lapangan pekerjaan dan lain sebagainya, karena itu saya akan bekerja ekstra untuk mereka, bukan sekedar janji” tuturnya.

Ia pun berusaha menjadikan Desa Wae Mulu sebagai desa yang mandiri dan bermartabat, bisa berdiri dengan potensi-potensi sendiri.

“Saya usaha ke depan BUMDES harus hidup, kopi, tenun dan hasil kebun kita jual sendiri sehingga uang tidak keluar dari desa dan anak muda tidak merantau karena sudah ada lapangan pekerjaan. Adat berjalan, warga rukun dan damai” ujarnya.

Selain itu, ia juga akan menjalankan program 100 hari kerja, semua tua adat, tokoh agama, pemuda dan BPD dilibatkan.

Data-data jalan rusak, data sumber mata air dan data warga miskin akan segera dibereskan biar tidak kerja pakai kira-kira.

Gotong royong wajib dilaksanakan dan dalam satu bulan harus satu kali kerja bakti.

“Kalau saya terpilih saya Kades pertama yang pegang cangkul” tegasnya.

Hal yang menjadi fokus Tedorus ke depan adalah, air bersih masuk rumah, jalan tani dibuka, lampu jalan menyala.

“Saya tidak janji tetapi saya janji tidak akan berhenti kerja untuk kepentingan masyarakat desa” kata Tedorus.

Sementara itu, Fransiskus Leven Cakades Longko juga menyampaikan komitmen yang ia buat demi masyarakat dan demi kemajuan desanya.

Komitmen Fransiskus terhadap Desa Longko akan dibuktikan melalui kerja nyata melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, pelaksanaan pembangunan yang transparan serta keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

Bagi Fransiskus Leven, musyawarah dan keputusan bersama menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan setiap program desa berjalan dengan baik.

Karena itu Fransiskus berharap dukungan keluarga dan masyarakat Desa Longko untuk mengantarnya ke kursi kepala desa pada Pilkades 8 Oktober mendatang.

“Komitmen ini tidak akan berjalan tanpa ada dukungan masyarakat. Karena saya minta doa dan dukungan dari ase kae Desa Longko karena jika saya terpilih saya akan merubah Desa Longko ke arah yang lebih baik” kata Fransiskus.

“Hari ini saya sudah urus SKCK dan siap maju untuk menang. Kalau masih ada yang kurang akan saya buktikan di kerja nyata nanti jika terpilih” katanya menambahkan.

</p