NASIONAL

Kemenkes-Danantara Kolaborasi Tingkatkan Kesehatan Gizi Ibu dan Anak

×

Kemenkes-Danantara Kolaborasi Tingkatkan Kesehatan Gizi Ibu dan Anak

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, AntarNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Danantara Indonesia Trust, lembaga filantropi Danantara, berkolaborasi meningkatkan kesehatan dan gizi ibu serta anak, yang mencakup penyediaan vaksin heksavalen hingga penyediaan suplemen multiple micronutrient.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menilai langkah kolaboratif ini krusial, mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga: KESDM Perkuat Sinergi Daerah Percepat Program Listrik Desa 2026

Menkes mengatakan meski cakupan imunisasi dasar lengkap telah mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat hampir 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026. Kondisi ini menunjukkan urgensi perluasan akses imunisasi dan penguatan distribusi vaksin hingga ke berbagai daerah.

“Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,” ujar Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Selasa.

Dia menyoroti peran strategis filantropi dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Di tengah menurunnya bantuan luar negeri secara global, peran filantropi menjadi semakin penting untuk mendukung pembiayaan program kesehatan.

Dana filantropi dapat menjadi pengungkit agar lebih banyak sumber daya bergerak untuk menjawab persoalan kesehatan prioritas di Indonesia.

Adapun cakupan kolaborasi tersebut antara lain penyediaan vaksin heksavalen untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient guna membantu keselamatan ibu hamil dan persalinan sekaligus mencegah stunting.

“Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” kata Menkes.

Kolaborasi pemerintah dengan sektor filantropi perlu terus diperkuat, kata dia, karena tantangan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri.

“Dengan kepercayaan, tata kelola yang baik, dan pendekatan pendanaan yang mampu mengungkit kontribusi lebih luas, filantropi dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata,” ujarnya.

Senada Pembina Danantara Indonesia Trust (DIT) sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan pihaknya tidak hanya hadir untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan sosial Indonesia.

“Dengan terbentuknya DIT, kontribusi tersebut diperluas untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial secara lebih luas,” ujar Rosan.

Melalui kemitraan di sektor kesehatan ini, DIT bersama Kemenkes diharapkan dapat mempercepat intervensi yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan anak-anak.

Penguatan imunisasi, perbaikan gizi, serta dukungan terhadap infrastruktur layanan kesehatan menjadi bagian penting untuk menekan risiko kematian ibu dan anak serta mencegah masalah gizi kronis sejak dini.

</p

Penulis: Gusty JeramunEditor: Gusty Jeramun