MANGGARAI SwaraNTT.Net– Di tengah tantangan era keberlimpahan informasi (information overload) serta maraknya bahaya hoaks dan disinformasi, kemampuan memilah serta mengevaluasi informasi secara etis menjadi keterampilan yang krusial. Menjawab tantangan nyata tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai. Bimtek yang mengusung tema “Transformasi Literasi: Menjadi Garda Terdepan Informasi yang Akurat dan Inspiratif” ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Langke Rembong dan Wae Rii, para pustakawan, pengelola perpustakaan, serta pegiat literasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd menegaskan bahwa makna literasi pada zaman ini telah bergeser secara mendalam. Literasi bukan lagi sekadar kemampuan mengeja huruf atau membaca kalimat, melainkan cakupan kecakapan yang jauh lebih luas.
“Literasi informasi mencakup kecakapan mengenali kapan informasi dibutuhkan, menemukannya secara tepat, mengevaluasi kualitasnya, hingga menyebarkannya secara etis dan bertanggung jawab. Guru, pegiat literasi, pustakawan, dan tenaga perpustakaan adalah ujung tombak kita dalam membangun ekosistem masyarakat yang cerdas informasi,” tegas Wakil Bupati.
Sinergi Lintas Sektor demi Ekosistem Literasi yang Kuat
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai, Gabriel Aldino Posenti Tjangkoeng, menjelaskan bahwa kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Tahun 2026 ini bertujuan memberikan pembekalan taktis mengenai literasi informasi. Pembekalan tersebut dimulai dari pengenalan kebutuhan informasi, teknik penelusuran, evaluasi, hingga pemanfaatan sumber informasi yang relevan dan valid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antar lini:
– Pustakawan & Tenaga Perpustakaan sebagai pengelola sumber informasi yang andal dan tepercaya.
– Guru atau Pendidik sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi yang sehat di ruang kelas.
– Pegiat Literasi sebagai agen perubahan (agent of change) dalam memberdayakan masyarakat di akar rumput.
Untuk membedah materi secara mendalam, Bimtek ini menghadirkan tiga narasumber yang sangat kompeten di bidang perpustakaan, literasi, dan informasi. Materi pertama dibawakan oleh Meldyanti Hagur Marcelina, SP, selaku Bunda Literasi Kabupaten Manggarai yang banyak mengulas tentang pentingnya fondasi literasi dari lingkup terkecil melalui gagasan literasi keluarga.
Selanjutnya, perspektif akademis dan kreativitas dibahas oleh Marcelus Ungkang, S.S., M.Pd, seorang akademisi sekaligus kurator sastra yang berpengalaman dalam mengelola festival dan laboratorium sastra. Melengkapi materi tersebut, hadir pula Robertus Bellarminus Nagut, S.Sos, Pemimpin Redaksi Website Literasi dan Kolumnis di Bacapetra.co, yang membagikan sudut pandang praktis mengenai produksi informasi yang sehat di dunia digital.
Jalannya sesi diskusi interaktif ini berlangsung semakin hidup di bawah panduan duo moderator berbakat dari staf Prokopim Setda Kabupaten Manggarai, yaitu Claudia Febriani Djenadut, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Komunitas Saeh Go Lino Ruteng, serta Angela Ratna Sari Biu, S.I.Kom.
Antusiasme yang luar biasa ditunjukan seluruh peserta hingga akhir acara. Diskusi yang berjalan dinamis ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnya literasi informasi kian tumbuh subur di Kabupaten Manggarai.
Menutup rangkaian acara, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas serupa secara berkala. Langkah nyata ini diambil demi mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Manggarai yang cerdas, kritis, dan bijak dalam mengelola informasi di era modern.






















