Antarnews.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lexy Armanjaya secara resmi kick off reses masa sidang II tahun dinas 2026 di Desa Pong Lao, Kecamatan Ruteng, Senin, 24 Februari 2026.
Reses tersebut berlangsung di Gendang Kusu dan dihadiri oleh Kepala Desa Pong Lao, Inosentus Abin, Kepsek SDI Kusu, Rikard Janggor beserta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
Kepada antarnews.net, Lexy menjelaskan bahwa ia telah memulai kick off reses masa sidang II tahun dinas 2026 ini di Desa Pong Lao, tepatnya di Gendang Kusu.
Kick off reses ini, jelas Lexy, dilaksanakan dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat terkait pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun 2025 serta Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2027.
Dalam reses itu, warga Gendang Kusu kepadanya meminta beberapa hal, salah satunya, pembangunan MCK dan alun-alun gendang yang menggunakan paving blok.
Selain itu warga juga meminta pendampingan PPL terhadap petani di wilayah itu agar produktivitas pertanian warga dapat dimanfaatkan oleh Dapur SPPG untuk kebutuhan MBG.
Menjawabi permintaan itu, Dewan Lexy mengatakan dirinya siap mencatat dan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat di gendang itu ke Pemerintah.
“Saya menampung aspirasi ini dan nanti disampaikan ke Pemerintah,” kata Lexy dijumpai antarnews.net, Selasa 25 Februari usai sehari setelah menggelar reses.
Sementara terkait pendampingan PPL, Dewan Lexy mengatakan bahwa itu menjadi harapan bersama.
“Memang butuh pendampingan apalagi tuntutan program MBG ini yang membutuhkan bahan-bahan pendukung makanan baik sayur-sayuran maupun buah-buahan” jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat itu.
Dewan Lexy mengkampayekan, kebutuhan akan sayur-sayuran dan buah-buahan pisang sangat diperlukan saat ini apalagi dengan adanya MBG.
Menurutnya, potensi makanan lokal sayur dan buah-buahan itu juga menjadi prioritas SPPG untuk dijadikan menu MBG.
“Yah, saya memang mendorong PPL agar mendampingi para petani di Manggarai. PPL digaji untuk itu. Kita dorong sama-sama peran mereka supaya petani kita diperhatikan, dan dengan demikian mereka dibutuhkan oleh SPPG” ucapnya.
Selain mendorong warga giat bertani, dirinya juga meminta warga agar berhati-hati dengan koperasi harian yang sifatnya rentenir. Kalau bisa mulai pelan-pelan meninggalkan rentenir.



























