MANGGARAI TIMUR, AntarNews.net- Sejumlah guru SMAK Pancasila Borong menggelar aksi damai di Kantor Yayasan Sukma Manggarai Timur untuk menuntut kejelasan terkait kebijakan gaji yang dinilai belum memiliki kepastian administrasi.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi para guru kepada pihak yayasan selaku pengelola lembaga pendidikan.
Para guru meminta transparansi serta penjelasan resmi terkait kesepakatan pengupahan yang sebelumnya telah dibahas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Sukma Manggarai Timur, Rm. Simon Nama, Pr, menyampaikan bahwa persoalan yang dipersoalkan para guru masih dalam proses penyelesaian secara internal.
“Penjelasan yayasan masih bersifat internal dan dalam pendekatan keluarga. Sudah ada penyelesaian, tetapi proses detailnya belum bisa saya sampaikan kepada teman-teman,” ujar Rm. Simon.
Ia menjelaskan, yayasan Sukma Manggarai Timur akan segera menyampaikan surat resmi kepada Kepala SMAK Pancasila Borong sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut.
Surat tersebut, menurutnya, akan menjadi dasar bagi pihak sekolah untuk mengeksekusi keputusan yang telah diambil.
“Dalam dua hari ke depan surat dari Yayasan Sukma akan sampai ke kepala sekolah, dan sekolah langsung menindaklanjuti kepada para guru, karena kepala sekolah adalah utusan yayasan dalam menjalankan pendidikan,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi terkait besaran gaji yang dipermasalahkan, Rm. Simon menegaskan bahwa hal tersebut merupakan urusan internal antara pihak sekolah dan yayasan.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa persoalan gaji tersebut sebenarnya telah dibahas bersama pada Oktober tahun lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kata dia, telah dicapai kesepakatan dan keputusan yang diambil bersifat final.
“Ini sudah didiskusikan pada Oktober tahun lalu dan keputusannya sudah final. Soal gaji yang mereka persoalkan itu sudah disepakati bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Ia mengakui bahwa berita acara resmi atas kesepakatan tersebut belum dibuat secara formal.
Dokumen yang tersedia saat itu baru sebatas rumusan hasil pembahasan.
Hingga berita ini diturunkan, para guru SMAK Pancasila Borong masih menunggu surat resmi dari yayasan sebagai bentuk kepastian administratif atas kebijakan yang dimaksud.***

























