DAERAH

Bupati Hery Nabit Titip Pesan Penting Saat Pelantikan 68 Kepala Sekolah di Manggarai

×

Bupati Hery Nabit Titip Pesan Penting Saat Pelantikan 68 Kepala Sekolah di Manggarai

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net- Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit, melantik sebanyak 68 kepala sekolah yang terdiri dari 2 Kepala Taman Kanak-kanak (TK), 55 Kepala Sekolah Dasar (SD), dan 9 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Pelantikan tersebut berlangsung di lantai 2 Gedung Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, pada Senin, 10/03/2026.

Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Manggarai Nomor 119 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Aparatur Sipil Negara sebagai Kepala Sekolah pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dinas PPO Kabupaten Manggarai serta sejumlah undangan.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara.

Para kepala sekolah yang dilantik juga membacakan pakta integritas yang kemudian ditandatangani sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar formalitas birokrasi maupun pembagian jabatan setelah pemilihan kepala daerah.

Ia menekankan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Manggarai.

“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, bukan juga bagi-bagi jabatan setelah pilkada. Ini bentuk kita membagi tanggung jawab kepada semua pihak yang dipandang mampu dan memiliki potensi untuk memimpin lembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Manggarai,” tegasnya.

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, karena mereka dipilih berdasarkan kemampuan serta potensi untuk memimpin dan mengembangkan lembaga pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Hery Nabit juga menyinggung pentingnya pendidikan karakter bagi para siswa. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak, mengingat para siswa datang dari latar belakang yang berbeda-beda.

“Kita menerima semua anak, yang baik maupun yang tidak baik. Sekolah yang harus mengurus dan mendidik mereka,” ujarnya.

Bupati dua periode tersebut juga menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada keteladanan para guru dan kepala sekolah.

Karena itu, para pendidik diminta untuk menjadi contoh bagi siswa, terutama dalam hal kedisiplinan.

“Karena itu kita harus menjadi contoh. Kalau guru atau kepala sekolah jarang masuk sekolah, ya itulah contoh. Kita tidak bisa mengajak anak-anak disiplin kalau kita sendiri tidak disiplin,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati Hery Nabit juga menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para kepala sekolah yang baru dilantik.

Salah satunya adalah pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan sekolah.

Menurutnya, setiap penggunaan anggaran harus terbuka dan diketahui bersama oleh para guru dalam forum rapat sekolah.

“Dalam manajemen keuangan harus transparan. Saat rapat, dibuka semuanya, berapa dana yang kita dapat. Jangan sampai guru-guru ketika ditanya mereka menjawab bahwa yang tahu hanya kepala sekolah dan bendahara saja,” pesannya.

Bupati Hery Nabit juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Ia berharap adaptasi teknologi dapat menjangkau seluruh siswa dan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pastikan adaptasi teknologi kita menjangkau seluruh anak-anak dan digunakan semata-mata untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Selain itu, ia turut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap siswa, khususnya anak perempuan, dari berbagai bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.

Ia meminta para kepala sekolah dan guru untuk berperan aktif sebagai pelindung bagi para siswa.

Menurutnya, meskipun beberapa kasus pelecehan terjadi di luar lingkungan sekolah, perubahan perilaku siswa sering kali dapat terdeteksi di lingkungan sekolah oleh para guru.

“Terakhir, saya titip khusus anak-anak perempuan saya untuk dididik, dimanusiakan, dan dijaga kehormatannya,” pintanya.***

 

MUKA LU.. TUKANG COPASS