MANGGARAI, AntarNews – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, meninjau langsung lokasi tenggelamnya seorang pelajar di Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Sabtu, 17/1/2026.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hery Nabit menemui keluarga korban yang masih bertahan di sekitar lokasi kejadian.
Bupati Hery Nabit tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WITA bersama rombongan.
Kedatangannya disambut oleh Camat Reok Barat, Kepala Desa To’e, Kasat Polair Polres Manggarai, Kapolsek Reo, anggota Pos AL Reo, Danramil Reo, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kajong, serta keluarga korban.
Di lokasi kejadian, Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa duka dan empati mendalam kepada orang tua serta keluarga korban.
Ia juga memberikan penguatan agar keluarga tetap tabah menghadapi musibah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Hery Nabit mengapresiasi kerja keras tim Basarnas dan seluruh unsur terkait yang telah melakukan pencarian korban selama tujuh hari terakhir.
“Segala upaya yang telah dilakukan oleh tim Basarnas dan seluruh unsur terkait sudah berjalan dengan maksimal. Saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya,” ujar Bupati Hery.
Meski masa tugas Basarnas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) telah memasuki hari ketujuh dan secara administratif dinyatakan berakhir, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama keluarga korban akan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi Tiwu Pai.
“Pemkab Manggarai bersama keluarga akan terus melakukan pemantauan. Saya tidak ingin ada warga yang hilang tanpa kejelasan. Kita akan terus berusaha dan berikhtiar,” tegasnya.
Sementara perwakilan Basarnas Labuan Bajo, Yudha, menjelaskan bahwa sejak menerima laporan kejadian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polair, Polsek Reo, dan Danramil Reo.
Operasi pencarian intensif mulai dilakukan pada hari kedua.
Namun hingga hari ketujuh pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Sesuai SOP, Basarnas kemudian menutup operasi pencarian secara resmi, namun tetap membuka ruang koordinasi lanjutan.
“Secara administratif operasi pencarian kami tutup. Namun kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Jika di kemudian hari korban ditemukan dan mengalami kendala dalam proses evakuasi, kami siap membantu kembali,” jelas Yudha.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap upaya pemantauan lanjutan yang dilakukan bersama keluarga dan unsur terkait dapat memberikan kejelasan serta menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga korban.***
























