DAERAH

Serahkan 4.536 SK PPP3 Paruh Waktu, Gubernur NTT Tekankan Kerja Inovatif dan Kolaboratif

×

Serahkan 4.536 SK PPP3 Paruh Waktu, Gubernur NTT Tekankan Kerja Inovatif dan Kolaboratif

Sebarkan artikel ini

Kupang, AntarNews – Penyerahan Surat Keputusan Gubernur NTT Tentang Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 Pemerintah Provinsi NTT

Bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Selasa 31 Maret 2026 dilaksanakan Penyerahan Surat Keputusan Gubernur NTT Tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 Pemerintah Provinsi NTT.

Surat Keputusan tersebut diserahkan langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena kepada 4.536 orang PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah tersebut, terdapat 248 orang hadir secara on‑site atau luring, dan 4.288 orang mengikuti kegiatan melalui zoom meeting atau daring.

Turut hadir dalam penyerahan tersebut diantaranya Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTT Kanisius Mau bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya mengungkapkan penyerahan SK tersebut sebagai bagian dari langkah PPPK ke depan untuk berkontribusi bagi daerah.

“SK yang diterima pada hari ini bukanlah garis akhir, melainkan garis awal pengabdian bagi masyarakat dan provinsi yang kita cintai ini. Ini bukan penghargaan atas apa yang telah dilakukan, tapi merupakan amanah untuk membuktikan bahwa apa yang saudara-saudari lakukan ke depan akan berkontribusi bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

Gubernur menambahkan, NTT membutuhkan ASN yang hadir sebagai solusi, bukan sekedar pelaksana. NTT membutuhkan aparatur yang bekerja dengan empati, kecepatan, dan ketulusan.

“Bagi tenaga pendidik, jadilah pengajar yang tidak hanya mentransfer ilmu, tapi juga membangun karakter bagi masa depan generasi NTT. Bagi tenaga kesehatan, jadilah pelayanan yang tidak hanya mengobati, tetapi juga menghadirkan harapan dan kemanusiaan. Bagi aparatur di bidang lain, jadilah pelayanan publik yang tidak hanya mengurus administrasi, tetapi benar-benar hadir untuk rakyat,” jelas Gubernur.

Gubernur Melki menambahkan, Provinsi NTT sedang bergerak dalam semangat besar pembangunan di berbagai agenda strategis, oleh sebabnya kehadiran harus mampu menggerakkan pembangunan hingga bermuara bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita sedang membangun ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pelayanan kesehatan, mendorong digitalisasi pelayanan publik, mengembangkan desa, serta menurunkan angka kemiskinan dan penanganan stunting. Seluruh agenda tersebut hanya bisa berhasil jika didukung oleh birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Oleh karena itu, saudara-saudari sekalian sebagai PPPK paruh waktu menjadi bagian penting dari mesin penggerak pembangunan ini,” paparnya.

Ia juga mengutarakan saat ini Pemerintah Provinsi NTT sedang berupaya dalam penguatan ekonomi lokal melalui pendekatan One Village One Product (OFOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP), hingga menggalakkan Gerakan Beli NTT dan pembentukan NTT Mart di 22 Kabupaten/Kota.

“Dalam konteks ini peran saudara-saudari sangat penting karena masih hadir sebagai fasilitator, pendamping, dan juga penggerak bagi masyarakat. Khususnya bagi UMKM agar mampu naik kelas melalui peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi, hilirisasi, peningkatan nilai tambah, dan akses pasar bagi produk lokal,” ungkap Gubernur.

Ia juga menekankan pentingnya pola pikir (mindset) dalam bekerja sebagai fondasi utama dalam bekerja.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam bekerja. Tinggalkan mentalitas yang penting sudah bekerja, yang penting saya sudah pegang, saya sudah urus yang kemudian hanya menghasilkan hasil yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan aparatur yang memiliki semangat petarung, pejuang, belajar inovatif, kreatif, dan juga kolaboratif,” tegasnya lagi.

</p

Penulis: Tim RedaksiEditor: Tim Redaksi