DAERAHEKONOMI

RAT ke 24 KSP Kredit Union Florette: Tinggalkan Rentenir dan Rekrut Banyak Anak Muda

×

RAT ke 24 KSP Kredit Union Florette: Tinggalkan Rentenir dan Rekrut Banyak Anak Muda

Sebarkan artikel ini

Antarnews.net – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kredit Union Florette menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 24 di Aula Asumpta Ruteng, Sabtu 14 Maret 2026.

RAT ke 24 tersebut dihadiri oleh ketua dan sejumlah pengurus beserta ratusan anggota di seluruh Kabupaten Manggarai.

Ketua Pengurus KSP Credit Union Florette, Florianus Kampur, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya RAT yang merupakan amanat Undang-Undang dan forum tertinggi bagi pengurus serta pengawas ini.

Flori bilang, RAT ini dilaksanakan untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan organisasi sekaligus ingin menekankan bahwa RAT juga menjadi ajang evaluasi diri.

Hal tersebut mengingat maju mundurnya koperasi ini sepenuhnya berada di tangan 7.633 anggota.

“Pemilik koperasi ini bukan pengurus, bukan pengawas, bukan manajemen, tetapi kita semua, seluruh anggota KSP Credit Union Florette,” tegas Florianus.

Ia mencontohkan, dengan hanya Rp200 ribu saham di koperasi, seorang anggota sudah bisa menyatakan diri sebagai pemilik, sebuah hal yang tidak mungkin terjadi di Bank meskipun memiliki miliaran rupiah.

Mantan anggota DPRD Manggarai ini juga memberikan tiga kunci utama kemajuan koperasi: rajin menyimpan, meminjam, dan mengembalikan pinjaman tepat waktu.

Ia secara khusus mengingatkan anggota untuk tidak terjebak pinjaman dari rentenir, yang berpotensi merusak finansial dan kehidupan.

“Adalah kesalahan besar jika ada anggota koperasi justru meminjam uang di rentenir,” serunya, merujuk pada kasus bunuh diri akibat jeratan hutang.

Ia menambahkan, secara finansial, KSP Credit Union Florette menunjukkan performa yang cemerlang.

Laporan keuangan per 31 Desember 2025 mencatat total aset senilai Rp58.373.893.269.

“Angka ini tersebar pada berbagai komponen seperti saldo kas, uang beredar di anggota, piutang asuransi, saham di Puskopdit Manggarai, serta aset tetap yang bernilai miliaran rupiah” tuturnya.

Pendapatan koperasi di tahun buku 2025 pun mencapai Rp4.822.442.104.

Namun, di sisi lain, data keanggotaan menunjukkan adanya penurunan. Dari 7.939 anggota pada 2024, jumlahnya menyusut menjadi 7.633 pada 2025, atau berkurang 510 orang.

Menurut Flori, pengurangan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pengunduran diri, meninggal dunia, hingga dikeluarkan dari keanggotaan, termasuk adanya “anggota yang tidur terlelap.”

Sementara itu Sekretaris Puskopdit Manggarai, Jefrin Harianto mengapresiasi pelaksanaan RAT sebagai indikator kesehatan koperasi.

Ia pun menyoroti pentingnya keberlanjutan (sustainability) melalui regenerasi anggota, dengan merekrut lebih banyak anak muda.

“Koperasi tidak lagi hanya menjadi rumahnya opa dan oma. Koperasi harus menjadi gaya hidup anak-anak muda hari ini,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai ini mengingatkan bahwa meskipun NTT memiliki banyak koperasi, provinsi ini masih tergolong miskin, sehingga perlu ada evaluasi serius apakah koperasi sungguh menyejahterakan anggotanya atau tidak

MUKA LU.. TUKANG COPASS