KUPANG, AntarNews.net- Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus didorong melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero). Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan pengembangan potensi energi panas bumi di Pulau Flores.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran PT PLN (Persero) dan Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung di Kupang, Rabu (11/3/2026.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Direktur Energi Baru dan Terbarukan (EBT) PLN Suroso Isnandar.
Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi panas bumi di Pulau Flores, yang dinilai memiliki sumber daya geothermal besar dan berpotensi mendukung transisi energi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT Rosye Maria Hedwine, serta jajaran manajemen PLN. Di antaranya Executive Vice President Panas Bumi John Y. S. Rembet, General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto, dan General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistiyono.
Dalam kesempatan tersebut, Suroso Isnandar menjelaskan bahwa PLN terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, guna memastikan pengembangan proyek panas bumi di Flores dapat berjalan lancar.
Menurutnya, terdapat dua langkah strategis yang menjadi fokus bersama, yakni penataan kembali sumur panas bumi yang telah ada serta penguatan aspek pengamanan dan infrastruktur pendukung guna menjamin keberlanjutan pengembangan proyek geothermal di wilayah tersebut.
“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dapat berjalan secara optimal melalui penguatan sinergi antara PLN, Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar Suroso.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi di NTT.
Menurutnya, pengembangan geothermal tidak hanya berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga dapat menjadi penggerak pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pengembangan geothermal harus dibangun melalui kolaborasi seluruh pihak sekaligus memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran proyek ini,” ujar Melki.
Ia juga menekankan pentingnya dialog yang berkelanjutan dengan masyarakat, penguatan aspek keamanan lingkungan, serta penerapan teknologi terbaik dalam setiap tahapan pengembangan proyek panas bumi di Flores.
Sementara General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menegaskan bahwa PLN siap memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT guna mempercepat pengembangan energi panas bumi di Flores sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, potensi panas bumi di Pulau Flores sangat strategis dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Dengan sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat, kami optimistis pengembangan geothermal dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rizki.***

























