MANGGARAI BARAT, AntarNewa.net- Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR-BNN) kembali digelar di Gedung ITDC, Golo Mori, Labuan Bajo, NTT, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan PKS KR-BNN ini dilaksanakan dalam rangka “Merajut Kembali Persaudaraan Sunda Kecil”, sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan di tiga provinsi yang tergabung dalam kawasan Nusa Tenggara.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga setelah sebelumnya digelar di Bali pada Oktober 2025 dan Mandalika, NTB pada November 2025.
“Ini pertemuan ketiga. Tiga gubernur telah bersepakat bahwa ada lima sektor strategis yang bisa dan siap kita kerja samakan,” ujar Melki Laka Lena.
Kelima sektor tersebut meliputi perhubungan, pariwisata, energi, perdagangan, serta integrasi perencanaan pembangunan. Menurutnya, sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong kemajuan yang merata di Bali, NTB, dan NTT.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik swasta lokal, swasta nasional, hingga investor luar negeri, agar kerja sama regional ini berjalan optimal.
“Kami bertiga sudah bersepakat dengan prinsip Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti rencana besar di sektor energi bersih. Ia mengungkapkan bahwa ketiga provinsi sepakat untuk mendorong pembangunan super grid atau jaringan kabel listrik bawah laut.
“Energi ini akan menghubungkan NTT, NTB, hingga Bali, memanfaatkan potensi energi di NTT dan NTB untuk menyuplai kebutuhan Bali,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, ke depan Bali tidak lagi bergantung pada pasokan energi dari Pulau Jawa, melainkan dari kawasan Nusa Tenggara sendiri.
Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa, meski Bali saat ini lebih maju di sektor pariwisata, pihaknya tidak ingin berjalan sendiri.
“Kami sepakat bahwa pengembangan pariwisata dan sektor lainnya harus dilakukan bersama. Salah satu kesepakatan konkret adalah pengembangan paket wisata bahari yang menghubungkan Bali, NTB, hingga NTT,” katanya.
Penandatanganan PKS KR-BNN ini turut dihadiri para bupati, sekretaris daerah, anggota DPRD dari Bali, NTB, dan NTT, serta unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai Barat, termasuk Kapolres, Dandim, Kejari, dan jajaran OPD setempat. ***
























