MANGGARAI, AntarNews.net- Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) menyelenggarakan Olimpiade Matematika GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kabupaten Manggarai.
Kegiatan yang mengusung tema “Menembus Batas Nusantara melalui Digitalisasi bersama Gasing Bakalkubagi dan PeDe”.
Kegiatan yang bertempat di Aula Efata, Ruteng tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Maret 2026.
Olimpiade ini diikuti oleh 72 peserta yang terdiri dari 36 siswa dan 36 guru dari 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan numerasi sejak usia dini sekaligus memperkuat implementasi metode pembelajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan di sekolah.
Pelaksanaan Olimpiade Matematika GASING tingkat Kabupaten Manggarai tahun 2026 ini juga bertujuan mengukur sejauh mana daya serap penerapan metode GASING di sekolah-sekolah.
Melalui kompetisi ini, para guru dan siswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik, khususnya dalam pembelajaran matematika sehingga proses belajar di kelas menjadi lebih efektif, sederhana, dan menyenangkan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, mengungkapkan bahwa Kabupaten Manggarai telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan dalam mutu pendidikan.
Hal tersebut terlihat dari peningkatan skor rapor pendidikan daerah yang naik dari 61,9 pada awal tahun 2024 menjadi 70,53 pada tahun 2025.
Meski demikian, pemerintah daerah menargetkan peningkatan lebih lanjut hingga mencapai angka 80 sebagai indikator keberhasilan pembinaan dan pendampingan para guru di sekolah.
“Sudah benarkah kita berada di angka 70,53? Silakan masing-masing sekolah mengecek. Kalau belum, maka kekompakan kita di sekolah untuk mewujudkan GASING yang bermartabat sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis PPO juga menyoroti pentingnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam sistem pendidikan nasional.
Menurutnya, nilai TKA kini bukan sekadar angka semata, melainkan menjadi bagian dari ukuran kualitas dan martabat akademik peserta didik.
Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian TKA saat ini telah terintegrasi secara digital dengan aplikasi penerimaan peserta didik baru di berbagai daerah di Indonesia.
“Jika seorang anak ingin melanjutkan sekolah ke luar daerah, misalnya ke SMP Santa Maria Malang, nilainya akan langsung terbaca dalam sistem. Begitu nama dan asal sekolah diklik, seluruh capaian akademiknya akan muncul,” jelasnya.
Dengan itu, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Manggarai diminta untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan TKA agar generasi muda Manggarai memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional.
Selain itu, Kadis PPO juga menyoroti program Green School, yang kini menjadi salah satu program wajib bagi sekolah-sekolah binaan.
Program ini diarahkan agar sekolah mampu mengelola lingkungan secara produktif sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi sekolah sekaligus mendukung program nasional, seperti ketahanan pangan dan penyediaan makan bergizi gratis.
Pemerintah berharap kolaborasi antara guru yang berdedikasi dan murid yang bersemangat dapat melahirkan generasi masa depan yang unggul dari Manggarai.
“Kita tidak hanya membekali anak secara akademik, tetapi juga membentuk karakter mereka. Itu penting sebagai investasi masa depan, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.
Dalam Olimpiade Matematika GASING ini terdapat dua jenis lomba utama, yaitu Pos Berhitung Cepat yang terdiri dari 50 soal untuk menguji kemampuan numerasi peserta serta Pos Cerdas Cermat yang bertujuan mengasah fokus, ketahanan kognitif, dan ketepatan peserta dalam menjawab soal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan olimpiade tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama antar satuan pendidikan untuk saling menguatkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, pendidikan di Kabupaten Manggarai diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing di berbagai tingkatan.***
























