MANGGARAI, AntarNews.net- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan pentingnya penguatan ketahanan sosial masyarakat meskipun kondisi perekonomian daerah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Manggarai Tahun 2027 di Manggarai Convention Center, Ruteng, Senin (16/3/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit itu menekankan bahwa Musrenbang merupakan ruang penting untuk menyatukan gagasan dan menyepakati arah pembangunan daerah.
Ia juga mengaitkan semangat Musrenbang dengan tradisi Manggarai Lonto Leok, yakni budaya duduk bersama untuk bermusyawarah demi kepentingan bersama.
“Dalam tradisi Manggarai kita mengenal Lonto Leok, yaitu duduk bersama, berbicara dari hati ke hati, mendengar dengan hormat, lalu mengambil keputusan untuk kebaikan bersama. Semangat inilah yang menjadi roh Musrenbang,” ujarnya.
Bupati Hery Nabit juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa, lurah, dan camat yang telah melaksanakan Musrenbang di tingkat desa dan kecamatan.
Hasil dari forum tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembangunan Kabupaten Manggarai tahun 2027.
Menurutnya, Musrenbang RKPD memiliki peran strategis untuk menyelaraskan berbagai prioritas pembangunan daerah, mulai dari identifikasi permasalahan utama, penyusunan program dan kegiatan prioritas, indikator kinerja, hingga penentuan lokasi pelaksanaan pembangunan.
Forum ini juga memastikan adanya keterkaitan antara program pemerintah daerah dengan kebijakan pembangunan pemerintah provinsi dan pusat.
Dalam paparannya, Bupati Hery Nabit mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 mencapai 5,09 persen.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir dan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah terus bergerak positif.
“Angka 5, 09 persen ini membawa optimisme karena menunjukkan bahwa mesin-mesin ekonomi kita bekerja dengan cukup baik,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh sejumlah sektor utama, antara lain konsumsi masyarakat, investasi yang sebagian besar berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), belanja pemerintah daerah, serta aktivitas ekspor dan impor.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Manggarai juga mengalami peningkatan dengan capaian 70,1 atau masuk dalam kategori tinggi.
Peningkatan tersebut mencerminkan adanya kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Meski demikian, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketahanan sosial masyarakat.
Saat ini, Indeks Ketahanan Sosial Kabupaten Manggarai baru mencapai sekitar 37 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingginya risiko bencana alam seperti tanah longsor serta konflik sosial yang masih terjadi di beberapa wilayah.
“Kita harus jujur mengakui kelemahan yang ada agar bisa memperbaikinya. Baik pemerintah daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat harus lebih siap menghadapi bencana,” tegasnya.
Bupati dua periode tersebut juga memaparkan bahwa, angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 tercatat sebesar 18,1 persen atau sekitar 65 ribu jiwa.
Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memperketat pengelolaan anggaran berbagai program penanggulangan kemiskinan dan stunting agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yakni “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui pengembangan industri pengolahan di daerah.
Bupati Hery Nabit menilai sektor pertanian di Manggarai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila produk yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Kopi kalau diolah akan memiliki nilai tambah yang sangat besar. Dari Rp80 ribu per kilogram bisa menjadi Rp800 ribu per kilogram. Tetapi prasyaratnya adalah industrialisasi,” ungkapnya.
Untuk mendukung pengembangan industri pengolahan tersebut, pemerintah daerah juga terus memperjuangkan ketersediaan infrastruktur listrik yang memadai agar kegiatan produksi dan pengolahan hasil pertanian dapat berkembang secara optimal.
Menutup arahannya, Bupati Hery Nabit mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk tetap optimistis dalam merencanakan pembangunan meskipun di tengah ketidakpastian global dan nasional.
“Ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti merencanakan. Kita tetap harus merencanakan dengan berbagai skenario dan menentukan prioritas yang tepat,” pesannya.
Melalui Musrenbang RKPD ini, pemerintah berharap dapat menghasilkan kesepakatan prioritas pembangunan Kabupaten Manggarai tahun 2027 yang lebih fokus, realistis, dan mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***






















