DAERAH

Meski Anggaran Fantastis, Proyek Irigasi Miliaran di Sambi Rampas Diduga Dikerjakan Secara Manual

×

Meski Anggaran Fantastis, Proyek Irigasi Miliaran di Sambi Rampas Diduga Dikerjakan Secara Manual

Sebarkan artikel ini

Antarnews.net – Proyek rehabilitasi dan peningkatan irigasi Wae Sengi Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur diduga dikerjakan secara manual meski memakai anggaran fantastis sebesar Rp.102 miliar.

Proyek tersebut bermasalah karena selain molor dari waktu kontrak 28 Desember 2025, metode pengerjaan secara manual yang dipakai kontraktor juga mewarnai keterlambatan progresnya di lapangan.

Adanya pengerjaan manual dalam proyek milik Satuan Kerja NVT PJPA Nusa Tenggara II PPK Irigasi dan Rawa 1 itu diduga telah disetujui oleh kontraktor lapangan CV Delta Flores, Deny.

Seorang warga Pota, Jaludin mengaku mendapat informasi itu dari salah satu pekerja bahwa memang proyek senilai 102 miliar yang belum tuntas itu dikerjakan secara manual.

“Mereka kerja manual, alat aduk tidak ada. Saya dapat info dari pekerja bahwa mereka lebih banyak mengandalkan aktivitas fisik dan alat seadanya” ungkap Jaludin, Minggu 1 Februari 2026.

Lantas ia mempertanyakan anggaran miliaran itu digunakan untuk item apa saja sampai harus memberlakukan tenaga kerja seperti ini.

Menurut dia, pengerjaan manual tersebut tidak masuk dalam standar wajib penjamin mutu untuk proyek dengan nilai miliaran rupiah. Ia meragukan proyek tersebut berpotensi melahirkan kualitas pengerjaan yang mengecewakan.

Informasi lain yang diperoleh antarnews.net bahwa proyek tersebut dikerjakan dengan sistem borongan dan di sekitar lokasi pengerjaan tidak terdapat atau tidak disediakan peralatan memadai layaknya proyek miliaran lain.

Sub Kontraktor CV Delta Flores, Deny tidak merespon permintaan wawancara antarnews.net untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

Dihubungi sejak 31 Januari hingga 1 Februari 2026, Deny belum pernah merespon.

Untuk diketahui seperti diberitakan sebelumnya, proyek tersebut mengalami keterlambatan pengerjaan. Sejatinya harus sudah berakhir tanggal 28 Desember 2025, tetapi mendapat adendum waktu 50 hari untuk selesaikan pengerjaan.

Meski demikian, keterlambatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga. Sejumlah petani mengeluhkan berkurangnya suplai air irigasi sehingga mengganggu masa persemaian dan pengolahan sawah.

Sub Kontraktor, Deny sebelumnya pernah merespon antarnews.net pada wawancara sebelum. Ia beralasan, keterlambatan proyek disebabkan oleh sejumlah faktor teknis di lapangan, terutama kondisi cuaca yang tidak mendukung selama proses pelaksanaan.

Karena itu, kontraktor memperoleh penambahan waktu pengerjaan selama 50 hari kalender.

Hingga saat ini, kata Deni, progres fisik proyek baru mencapai sekitar 84 persen. Penambahan waktu tersebut, menurut dia, telah disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat, khususnya para petani yang terdampak langsung oleh belum berfungsinya jaringan irigasi.

“Untuk pemberitahuan kepada masyarakat, terutama petani pengguna saluran irigasi, itu sudah dilakukan. Wilayah terdampak berada di tiga desa dalam satu kecamatan, yakni Kecamatan Sambi Rampas, dan masyarakat sudah mengetahui adanya penambahan waktu pekerjaan ini,” jelasnya.

Deni menambahkan, proses sosialisasi tidak dilakukan secara sepihak. Penjelasan mengenai penambahan waktu pekerjaan itu, kata dia, difasilitasi dan disaksikan oleh berbagai pihak terkait.

“Penjelasan tersebut diinisiasi dan disaksikan langsung oleh konsultan perencana dari PT Agrinas Palma Nusantara. Selain itu, turut dihadiri oleh Camat Sambi Rampas, tokoh masyarakat, perwakilan P3A, serta beberapa kepala desa,” ungkap Deni.

Ia memastikan pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jaringan Irigasi Wae Tiwu Sengit akan selesai sepenuhnya pada 10 Februari 2026.

“Target kami jelas, tanggal 10 Februari pekerjaan ini sudah selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan kembali secara optimal oleh masyarakat,” pungkas Deny.