Antarnews.net – Gregorius Darigo, seorang Pelindung Masyarakat (Linmas) yang bertugas di Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai menyampaikan pembatalan keikutsertaannya dalam bursa pencalonan Kepala Desa (Kades) Golo Cador pada bulan Nopember mendatang.
Hal tersebut disampaikan Gregorius kepada Wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Dikatakan Gregorius, pembatalan keikutsertaannya dalam bursa pencalonan kades Golo Cador bukan tanpa alasan tetapi karena belakangan diketahui bahwa ada isu keluarga dekatnya juga ikut maju calon kades.
Sebelumnya pada 26 Maret lalu, pria kelahiran Juni 1974 ini sudah menyatakan diri untuk siap maju. Keputusannya maju dilandasi niat untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan desa.
Ia ingin menyumbangkan gagasan, tenaga, dan pikiran bagi kemajuan Golo Cador.
Ia mengatakan, langkahnya maju dalam Pilkades juga didorong oleh dukungan keluarga dan masyarakat. Hal itu, menurut dia, memperkuat keyakinannya untuk mengikuti kontestasi tersebut.
“Keluarga setuju kalau saya maju, mereka juga mendorong saya dengan niat baik. Semoga semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala,” ucap Gregorius 26 Maret lalu.
Namun semuanya itu batal karena keluarga dekatnya juga maju.
Keluarga Gregorius yang diisukan ikut maju calon kades itu merupakan seorang mantan kepala desa Golo Cador Periode 2016 – 2022 atas nama Kristian Unggas.
Isu maju kembalinya mantan kepala desa tersebut menjadi alasan Gregorius membatalkan niatnya untuk ikut serta dalam bursa pencalonan tahun 2026.
“Saya batal ikut calon Kepala Desa Golo Cador karena mantan juga diisukan mau maju kembali” kata Gregorius merujuk ke Kristian Unggas.
Keputusan Gregorius untuk membatalkan niat tersebut tentu dari pertimbangan yang matang, salah satunya pertimbangan faktor keluarga dekat.
Ia dan Kristian Unggas punya hubungan sepupuan kandung antar ayah dan ayah. Kristian merupakan anak dari kakak ayahnya sendiri.
Menurut Gregorius, jika ia tetap ngotot maju, maka itu berpotensi untuk memecah belah hubungan keluarga.
“Kalau saya paksa maju maka hubungan keluarga bisa menjadi pecah karena politik. Saya dan Kristian itu sepupuan kandung, dia anak dari Kakak ayah saya, sehingga saya putuskan untuk memilih mundur dan mengalah” ujar Gregorius.
Ia juga menyampaikan ucapan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, sahabat dan teman-teman atas pembatalan maju calon kades ini.
Terpisah, Mantan Kepala Desa Golo Cador, Kristian Unggas saat dikonfirmasi Wartawan membenarkan dirinya maju kembali dalam konstelasi Pilkades tersebut.
Kristian mengatakan, keputusannya maju kembali merupakan pilihan yang tepat untuk melanjutkan dedikasi di Desa Golo Cador usai jabatannya selesai per 31 Desember 2022 lalu.
“Ia saya maju lagi untuk periode kedua ite, lima tahun lalu jabatan saya selesai per 31 Desember 2022. Ini keputusan tepat melanjutkan kembali dedikasi. Sekarang sedang tahapan penyiapan berkas, mungkin setelah paskah baru daftar” ujar Kristian
Sementara terkait keputusan pembatalan adiknya Gregorius Darigo maju sebagai calon kepala desa, Kristian pun menyambut baik keputusan itu. Ia mengaku telah bertemu langsung dengan Gregorius untuk membicarakan hal ini tepatnya di rumah Pj Kades, Anselmus Perry.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling guyon hingga berujung pada pembatalan Gregorius ikut mencalonkan diri.
“Kami sudah ketemu, saling guyon saat itu di rumah Pj Kades dan akhirnya karena saya ingin maju lagi maka Gregorius memilih untuk mundur” ucap Kristian sambil tertawa kecil.
Kristian berkata, pada prinsipnya ia sangat welcome dengan semua figur potensial yang ingin maju, sekalipun itu punya keluarga.
Bagi dia, siapa saja figur yang ingin maju merupakan hak demokrasi setiap orang yang penting bersaing dengan sehat.
“Saya dan Gregorius itu sepupuan kandung, kami memang darah, tetapi saya tidak pernah membatasinya untuk maju karena itu hak demokrasi setiap orang, tetapi di satu sisi saya juga menyambut baik niatnya untuk membatalkan diri” kata Kristian.
























