NASIONAL

Infrastruktur Gizi Diperkuat, Hutama Karya Bangun 80 Titik SPPG di Tujuh Provinsi

×

Infrastruktur Gizi Diperkuat, Hutama Karya Bangun 80 Titik SPPG di Tujuh Provinsi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, AntarNews – PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran dalam mendukung pemenuhan gizi nasional melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penguat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya ini sejalan dengan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 yang mengusung tema ‘Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal‘.

Sebagai mitra Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN), serta pendukung penyediaan sarana oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hutama Karya menyiapkan infrastruktur layanan gizi agar program MBG dapat berjalan optimal di daerah.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa fasilitas yang tertata menjadi faktor penting dalam keberlanjutan layanan gizi.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun 80 titik SPPG di tujuh provinsi.

“Sebarannya meliputi Aceh (4 titik), Sumatra Utara (35 titik), Sumatra Barat (12 titik), Riau (6 titik), Kepulauan Anambas (1 titik), Jambi (15 titik), dan Sumatra Selatan (7 titik),” ujarnya.

Di lapangan, pekerjaan dijalankan paralel dengan pengaturan klaster. Strategi ini membantu memastikan pengadaan material, pergerakan tenaga kerja, dan penggunaan alat lebih efisien pada wilayah yang berjauhan.

Sementara dari segi fasilitas, SPPG dirancang untuk mendukung operasional dapur layanan setiap hari.

Pada bangunan utama, spesifikasi menekankan higienitas melalui penggunaan dinding sandwich panel dengan pelapis antibakteri, serta pelapisan stainless steel di area masak.

Sistem tata udara juga disiapkan melalui unit udara masuk dan keluar, termasuk cooker hood, agar sirkulasi ruang kerja terjaga.

HGN 2026 juga memberi konteks yang lebih luas. Peringatan ini berada dalam koordinasi Kementerian Kesehatan sebagai gerakan edukasi publik. Karena itu, keterlibatan lintas lembaga menjadi penting.

Dalam hal ini, sinergi Kemenkes, BGN, Kementerian PU, dan mitra pelaksana seperti Hutama Karya memperlihatkan bahwa layanan gizi tidak berdiri sendiri.

Ada infrastruktur yang harus siap, sebelum layanan bisa berjalan stabil dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, menjadi penting untuk memastikan program gizi nasional berjalan berkelanjutan dan berdampak.

MUKA LU.. TUKANG COPASS