DAERAH

IAI Manggarai Gelar Seminar Nasional, Dorong Pencegahan Cacingan Lewat PHBS dan Peran Apotek Plasma

×

IAI Manggarai Gelar Seminar Nasional, Dorong Pencegahan Cacingan Lewat PHBS dan Peran Apotek Plasma

Sebarkan artikel ini

Manggarai, AntarNews.net- Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Manggarai terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukatif.

Kali ini, IAI Manggarai menggelar Seminar Nasional bertema “Pencegahan Penyakit Cacingan Melalui Kombinasi Obat Cacing, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Peran Apotek Plasma dalam Kesehatan Masyarakat”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari apoteker dan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai.

Ketua Panitia, apt. Alfiani Eka Dewi Bangkur, menjelaskan bahwa tema seminar dipilih berdasarkan isu-isu kesehatan yang tengah ramai dibicarakan di masyarakat, termasuk meningkatnya perhatian publik terhadap kasus cacingan.

 “Beberapa bulan terakhir, banyak beredar kasus terkait penyakit cacingan di media sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya pencegahan penyakit tersebut,” ujar Alfiani, Jumat (7/11/2025).

Ia juga menyoroti tentang apotek plasma, yang saat ini menjadi topik hangat di dunia farmasi nasional.

“Kita masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah, terutama instruksi Presiden terkait pendirian apotek plasma atau apotek desa/kelurahan yang akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IAI Cabang Manggarai, apt. Hermina Nujin, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyakit cacingan masih menjadi masalah serius, terutama bagi anak-anak di wilayah pedesaan.

“Melalui seminar ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan PHBS, dan rutin mengonsumsi obat cacing sesuai anjuran tenaga kesehatan,” katanya.

Menurut Hermina, apoteker memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu tantangan utama, lanjutnya, adalah masih terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.

 “Apotek plasma yang digagas pemerintah melalui Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.

Melalui sambungan Zoom Meeting, Ketua IAI Provinsi NTT, apt. Frama El Lefiyana Pollo, mengapresiasi pelaksanaan seminar ini.

Ia menilai, topik tentang peran apotek plasma sangat relevan dengan kondisi di NTT yang masih menghadapi keterbatasan sarana kesehatan.

“Apoteker kini memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan. Melalui seminar seperti ini, kita dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memperluas layanan kefarmasian agar lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefryn Haryanto, menilai kegiatan tersebut berhasil menyatukan dua kekuatan besar, yakni penghargaan terhadap profesi farmasi dan komitmen untuk mencegah penyakit cacingan.

“Apoteker dan apotek plasma bukan hanya berfungsi membagikan obat, tetapi juga memberikan edukasi, menenangkan, serta meyakinkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan yang benar,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional ini, IAI Manggarai menegaskan perannya sebagai organisasi profesi yang tidak hanya berfokus pada praktik kefarmasian, tetapi juga turut berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

 “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” tutup Hermina.***

</p