DAERAH

Dukung KR-BNN, PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Energi Hijau Bali-NTB-NTT

×

Dukung KR-BNN, PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Energi Hijau Bali-NTB-NTT

Sebarkan artikel ini

LABUAN BAJO, AntarNews.net-  PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mengambil peran strategis dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR-BNN) yang digelar di kawasan ITDC Golo Mori, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/1/2026).

Penandatanganan kerja sama regional ini menjadi momentum penting penguatan kolaborasi lintas provinsi di kawasan Sunda Kecil guna mendorong pembangunan terintegrasi dan berkelanjutan, khususnya pada sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelaskan bahwa para gubernur Bali, NTB, dan NTT telah menyepakati lima sektor prioritas sebagai fokus utama kerja sama regional KR-BNN.

“Kelima sektor tersebut meliputi perhubungan, pariwisata, energi, perdagangan, serta integrasi perencanaan pembangunan. Seluruh sektor ini akan saling bersinergi untuk mendorong kemajuan tiga provinsi secara bersama-sama,” ujar Melki Laka Lena.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama regional ini membutuhkan dukungan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk BUMN, sektor swasta, dan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, agar implementasinya berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dari sektor energi, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya sinergi dan konektivitas antardaerah sebagai fondasi pengembangan kawasan Bali–NTB–NTT.

“Konektivitas menjadi salah satu faktor kunci dalam komitmen kerja sama lima sektor potensial ini, khususnya di sektor energi. Tanpa energi yang andal dan terintegrasi, pengembangan sektor lain akan sulit berjalan optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyoroti sektor pariwisata sebagai kekuatan utama penggerak perekonomian kawasan yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi lintas provinsi.

“Kami sepakat bahwa pengembangan sektor pariwisata dan sektor lainnya harus dilakukan secara bersama-sama. Salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut adalah pengembangan paket wisata bahari yang menghubungkan Bali, NTB, hingga NTT,” jelas Koster.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa kerja sama regional KR-BNN sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pembangunan kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis energi bersih dan berkelanjutan.

“PLN memandang kerja sama tiga provinsi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Melalui pemanfaatan energi baru terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air, kami berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujar Rizki.

Komitmen tersebut selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau 2025, yang diwujudkan melalui progres pembangunan sejumlah proyek strategis, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, PLTP Atadei, dan PLTP Mataloko, sebagai bagian dari penguatan bauran energi bersih di wilayah Bali–Nusa Tenggara.

Ke depan, PLN UIP Nusra juga merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rote, Pulau Sumba, dan Pulau Alor, serta terus melakukan pemetaan potensi energi terbarukan lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata PLN dalam mendukung swasembada energi, ketahanan kelistrikan, serta pengembangan pariwisata hijau yang berkelanjutan di kawasan Bali–NTB–NTT.

Melalui sinergi lintas daerah dan dukungan infrastruktur energi hijau yang andal, kerja sama regional KR-BNN diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan kawasan Sunda Kecil yang inklusif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.***

MUKA LU.. TUKANG COPASS