DAERAH

Dirut PDAM ke Lokasi Penyedotan Air, Terduga Pelaku Terkuak

×

Dirut PDAM ke Lokasi Penyedotan Air, Terduga Pelaku Terkuak

Sebarkan artikel ini

Antarnews.net – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Komodo Ruteng, Marsel Sudirman meninjau lokasi penyedotan air di jalur Bandara Frans Sales Lega, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai pada Selasa 24 Maret 2026.

Dari hasil peninjauannya itu terduga pelaku penyedotan air dengan menggunakan pompa sanyo pun terkuak.

Awalnya pada Senin 23 Maret 2026, terduga pelaku menggunakan mobil tangki dengan nomor polisi W 8740 QH menyedot air dari meteran atas nama Abdul Rajak. Belakangan Abdul Rajak pun diketahui bukan warga asli Kelurahan Satar Tacik.

Aktivitas penyedotan tersebut sempat tertangkap kamera warga. Mereka menyedot air langsung dari pipa meteran menggunakan pompa sanyo.

Dugaan sementara yang dihimpun Wartawan, selain untuk kebutuhan perusahaan, air tersebut menjadi pemasok kebutuhan untuk salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Reo, Kecamatan Reok.

Kini, Abdul Rajak selaku pemilik meteran tersebut diduga menjadi pelaku sekaligus dalang dari aktivitas penyedotan air milik PDAM Tirta Komodo Ruteng.

Sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pemilik meteran Abdul Rajak maupun pihak SPPG Reo yang diduga menerima pasokan air.

Sementara informasi dari PDAM Tirta Komodo Ruteng menyebut, nama Abdul Rajak selaku pemilik meteran rupanya tercatat sebagai salah satu pelanggan resmi PDAM.

Ia rutin membayar air ke PDAM sesuai beban kebutuhan yang dipakainya selama ini.

Dirut PDAM Tirta Komodo, Marsel Sudirman juga membenarkan informasi tersebut.

Ditemui di lokasi penyedotan, Marsel berkata, nama Abdul Rajak termasuk pelanggan resmi PDAM. Ia selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar beban air yang dipakai.

Namun, kata Marsel, tindakan penyedotan air dengan menggunakan pompa sanyo langsung dari pipa tidak dibenarkan secara aturan.

Selain itu, lokasi penyedotan juga tidak layak karena telah mengganggu distribusi air untuk warga sekitar.

Menurut Marsel, sumber air yang menjadi lokasi penyedotan itu berasal dari sumber mata air Wae Decer yang konsumennya termasuk warga Kelurahan Satar Tacik.

Ia juga mengaku telah memerintahkan pegawainya untuk segera mencabut dan memindahkan meteran tersebut ke kantor sembari pihaknya mencari sumber air besar yang layak digunakan pakai pompa sanyo.

“Saya sudah ke lokasi tadi dan perintahkan pegawai untuk cabut dan pindahkan meteran si Abdul Rajak itu sembari ke depan kita bisa mencari sumber air yang besar. Abdul Rajak memang tercatat sebagai pelanggan, dia bayar air ke PDAM tetapi tindakan menyedot pakai pompa sanyo yang sudah salah sekali” jelas Marsel.

Mantan Kasdim 1612 Manggarai ini juga mengaku telah mengantongi semua data, baik terduga pelaku penyedotan, plat mobil maupun asal mobil.

Namun ia tidak mengetahui soal pendistribusian air itu selanjutnya ke salah satu SPPG.

“Kalau untuk distribusi selanjutnya saya tidak tahu air itu kemana, bukan urusan saya. Selaku pihak yang bertanggung jawab saya hanya fokus pada tindakan penyedotan pakai sanyo karena itu sudah salah, soal distribusi selanjutnya itu saya tidak tahu” tegas Marsel.

Karena itu, ia berjanji akan menelusuri lebih lanjut terkait tindakan penyedotan, termasuk pegawai PDAM yang memasang meteran. Hal ini bertujuan agar persoalan air tidak menjadi polemik besar di masyarakat.

Sebelumnya warga setempat, Yosep Jempaut, menilai tindakan penyedotan itu tidak sesuai aturan karena berpotensi menghambat distribusi air bagi masyarakat. Ia mengatakan, aktivitas penyedotan menyebabkan aliran air ke rumah warga sering terhenti.

Pada Senin malam, 23 Maret 2026, Yosep mengaku aliran air di lingkungannya kerap macet setiap kali mobil tangki tersebut melakukan penyedotan.

Ia menyebut, aktivitas tersebut terjadi hampir setiap pekan dan berdampak langsung pada kebutuhan air keluarganya.

“Pokoknya setiap pekan mereka datang sedot air pakai pompa sanyo. Kalau mereka sudah sedot maka otomatis aliran air ke kami tidak jalan, ini sangat meresahkan sekali. Saya berharap PDAM bisa telusuri ini termasuk telusuri perusahaan air minum di Reo,” tutur Yosep.

</p

MUKA LU.. TUKANG COPASS