DAERAH

Dewan Aven Mbejak Desak BGN Evaluasi Seluruh SPPG Terkait Video MBG Busuk di Reok

×

Dewan Aven Mbejak Desak BGN Evaluasi Seluruh SPPG Terkait Video MBG Busuk di Reok

Sebarkan artikel ini

Antarnews.net – Sebuah video berdurasi 2 menit 41 detik diperoleh Wartawan Selasa 17 Maret 2026 malam. Video tersebut mempertontonkan aksi salah satu orang tua siswa yang protes dengan penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

MBG tersebut diduga didistribusikan oleh Yayasan Insan Karya Putera Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui MBG yang diprotes itu merupakan porsi makanan dari SDN Reo 1 yang dibawa pulang oleh anaknya ke rumah karena kondisi menu tahu dan daging ayam sudah terlihat busuk dan tidak layak dikonsumsi.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Dapil Cibal – Reok, Aven Mbejak pun langsung menanggapi video viral itu.

Ia meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG, baik secara khusus untuk SPPG Kecamatan Reok maupun secara umum untuk SPPG di Kabupaten Manggarai.

Menurut Aven, maraknya penyediaan makanan yang tidak higienis disebabkan manajemen dapur yang kurang beres.

Karena itu ia meminta BGN segera mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi, dan bila diperlukan BGN menutup sementara dapur yang bermasalah itu.

“Kita mendesak BGN untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen SPPG di Kabupaten Manggarai. Bila perlu hentikan dulu penyediaannya, lakukan pembenahan agar tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari” tegas Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu.

Aven berkata, banyak kasus MBG yang membuat trauma bagi anak-anak dan orang tua, seperti yang terjadi di Kecamatan Satarmese beberapa waktu lalu dan Kecamatan Reok baru-baru ini.

Dengan kasus tersebut masyarakat umum semakin was-was karena sekarang MBG tidak hanya dikonsumsi oleh anak sekolah tetapi sudah menyasar sampai ke Lansia dan ibu hamil.

“Program ini merupakan langkah strategis Presiden Prabowo, niatnya tentu sangat baik, tetapi kalau pelaksanaan di tingkat bawahnya belum siap sebaiknya jangan dulu dipaksakan, kasihan anak-anak kita kalau terjadi keracunan pasti akan muncul krisis kepercayaan terhadap SPPG dan pengelolahnya” pungkas Aven.

“Sekali lagi saya minta BGN segera mengevaluasi seluruh SPPG demi menciptakan kenyamanan anak bangsa yang mengkonsumsi MBG” tambahnya.

Untuk diketahui dalam video viral itu, salah satu orang tua siswa memprotes MBG yang diberikan oleh pihak sekolah untuk anaknya

Sembari mengunggah video ia bertutur pelan, “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang buat semuanya terkhusus para karyawan Dapur MBG di Kecamatan Reok”.

“Hari ini SPPG Dapur Kelurahan Reo berulah lagi yang mana kemarin dulu mereka memberikan telur mentah yang belum matang dan hari ini mereka berulah lagi dengan memberi tahu busuk dan daging ayam busuk” ujar orang tua murid dalam video viral yang diperoleh Wartawan.

Ia juga menyebut, bahwa kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada hari ini tetapi sudah kesekian kalinya Dapur MBG berulah.

“Ini untuk SPPG yang mendistribusikan MBG ke SDN Reo 1. Sudah sekian kalinya mereka berulah, hari ini kasih ayam busuk dan tahu busuk, sangat tidak layak untuk dikonsumsi, dimana letak gizinya, dimana letak protein mineralnya” ujarnya.

“Ok sekian dan terima kasih, tolong perhatiannya Dapur yang mendistribusikan MBG ke SDN Reo 1 karena kalian ini sering memberikan makanan busuk. Kemarin dulu juga telur busuk dan kemarin saya baru siaran langsung makanannya bagus tetapi hari ini berulah, ada tahu busuk dan ayam busuk. Saya belum tanya semua anak kompleks karena baru Ridho saja yang pulang guys” ujarnya lagi.

Sementara itu Kepala SPPG Reo, Maria Intan Liko, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan orang tua murid yang menyampaikan keluhan. Ia mengakui adanya laporan mengenai menu ayam ungkep yang diduga mengalami perubahan kualitas.

Namun, berdasarkan pengecekan kepada sejumlah guru dan penerima manfaat lainnya pada hari yang sama, sebagian besar menu yang dibagikan masih dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

Ia menegaskan bahwa seluruh makanan yang keluar dari dapur produksi telah melalui standar prosedur keamanan pangan yang ketat.

Memang ada beberapa faktor eksternal yang dapat memengaruhi daya tahan makanan setelah didistribusikan.

Kondisi suhu udara di wilayah Reok yang relatif panas, kata dia, dapat mempercepat perubahan kualitas makanan apabila tidak segera dikonsumsi atau tidak disimpan pada suhu yang sesuai.

“Ada kemungkinan makanan berada cukup lama di luar suhu ideal sebelum sampai ke rumah. Sebagai langkah tanggung jawab, tim SPPG melakukan cross-check langsung ke sekolah-sekolah dan hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak penerima manfaat telah mengonsumsi menu tersebut tanpa kendala” tutupnya.