Manggarai, AntarNews.net- Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam pelestarian kebudayaan daerah menyusul diraihnya Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia kategori Perintis oleh seniman musik Manggarai, Felix Edon, pada akhir tahun 2025 lalu.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Hery Nabit saat menerima audiensi Felix Edon bersama anggota Sanggar Wela Rana binaannya di ruang kerja Bupati Manggarai, Rabu, 14/01/2026.

“Penghargaan yang diterima Pa Felix ini tidak hanya membanggakan pribadi dan sanggar, tetapi juga seluruh masyarakat Manggarai. Ini sekaligus memperkuat komitmen kita bersama untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan Manggarai,” ujar Bupati Hery Nabit.
Felix Edon menerima Anugerah Kebudayaan RI atas dedikasinya mengembangkan musik tradisional Manggarai, khususnya alat musik bambu Cakatinding, hingga mendapatkan pengakuan di tingkat nasional melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Felix Edon menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai terkait penghargaan yang diterimanya serta menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah.
“Dalam piagam memang tertulis nama saya, tetapi penghargaan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah mengusulkan kami ke Kementerian Kebudayaan RI,” ungkap Felix Edon.
Felix Edon juga berharap adanya arahan dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam upaya pelestarian musik tradisional dan kebudayaan Manggarai.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan orientasi utama pembangunan daerah.
“Kita ini hidup dalam budaya. Orang Manggarai selalu menari dan menyanyi, dan syaratnya harus ada musik. Di situlah peran Pa Felix menghidupkan musik tradisional. Kita berada di jalur yang sama, dan niat kita sama, yaitu menjaga kebudayaan Manggarai,” jelasnya.
Bupati Manggarai juga mengapresiasi kerja kesenian yang dilakukan Felix Edon melalui Sanggar Wela Rana yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok difabel.
“Upaya ini sangat strategis dalam konteks pemajuan kebudayaan. Pa Felix sudah memulai dengan melibatkan anak-anak, generasi muda, dan teman-teman difabel. Ini patut kita dukung bersama,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi (KKT) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan RI yang diraih Felix Edon merupakan salah satu dari sejumlah capaian penting di bidang kebudayaan Manggarai.
“Alat musik Cakatinding telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2022. Pada tahun 2025, makanan tradisional Sombu juga ditetapkan sebagai WBTB. Selain itu, Bapa Bupati Manggarai juga akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas program revitalisasi Mbaru Gendang,” papar Armin Bell.
Bupati Manggarai menutup pertemuan tersebut dengan meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar terus mendorong pengembangan dan pelestarian berbagai bentuk kesenian lokal.
“Kalau tahun ini musik, ke depan bisa seni tari, pegiat caci, dan bentuk kesenian lainnya. Para seniman harus dibantu agar bisa menyiapkan arsip karyanya dengan baik, sehingga kebudayaan Manggarai tetap hidup dan berkembang,” tegas Bupati Hery Nabit.***
























