DAERAH

Aspirasi Anak hingga Ketahanan Sosial Jadi Sorotan Musrenbang RKPD 2027 Manggarai

×

Aspirasi Anak hingga Ketahanan Sosial Jadi Sorotan Musrenbang RKPD 2027 Manggarai

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI, AntarNews.net- Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Keunggulan.”

Kegiatan yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, DPRD, Forum Anak, serta berbagai organisasi lintas sektor ini berlangsung di Gedung MCC, Ruteng, Senin (16/03/2026).

Musrenbang RKPD ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan Manggarai ke depan.

Aspirasi Anak Jadi Perhatian

Dalam forum tersebut, perwakilan Forum Anak Kabupaten Manggarai hadir secara aktif menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak.

Sejumlah usulan disampaikan, di antaranya perbaikan jalan pada titik-titik akses menuju sekolah, pembangunan ruang bermain ramah anak, penguatan kelembagaan Forum Anak, penambahan jalur khusus serta fasilitas ramah disabilitas, hingga pengadaan kartu identitas anak sebagai bentuk perlindungan hak anak.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari jajaran pemerintah daerah sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Manggarai sebagai kabupaten layak anak.

DPRD Serahkan Pokok Pikiran

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai menyerahkan pokok-pokok pikiran (Pokir) hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari berbagai wilayah.

Pokir tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penting dalam penyusunan RKPD 2027 sehingga program pembangunan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bupati Paparkan Capaian Pembangunan

Sementara dalam sambutannya, Bupati Manggarai memberikan apresiasi kepada seluruh kepala desa, lurah, camat, serta perangkat daerah yang telah menuntaskan Musrenbang di tingkat wilayah masing-masing.

Ia juga memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Data yang disampaikan menunjukkan bahwa perekonomian Manggarai terus tumbuh positif di tengah ketidakpastian global.

Pada tahun 2025, aktivitas ekonomi daerah tercatat tumbuh 5,09 persen, melanjutkan tren peningkatan sejak tahun 2020.

“Kalau tidak ada efisiensi anggaran, saya yakin kita bisa mencapai lebih dari itu,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat empat mesin penggerak utama ekonomi daerah, yakni belanja masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor-impor.

Belanja masyarakat masih menjadi kekuatan utama dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi.

Sementara itu, investasi terus didorong melalui penguatan pengusaha lokal dan pengembangan berbagai sektor potensial.

Belanja pemerintah dinilai masih perlu diperkuat agar lebih seimbang, sedangkan sektor ekspor-impor memiliki potensi untuk dikembangkan melalui optimalisasi sektor unggulan daerah.

Selain sektor ekonomi, Bupati juga menyoroti perkembangan pembangunan sosial di Manggarai.

Ia menyebut sektor pendidikan dan kesehatan menunjukkan tren peningkatan yang positif.

Sejumlah indikator seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemberdayaan sosial, serta tata kelola pemerintahan yang responsif bahkan telah melampaui target yang ditetapkan.

Selain itu, Indeks Desa Membangun (IDM) juga mencatat capaian yang menggembirakan.

Meski demikian, ketahanan sosial masih menjadi area yang membutuhkan perhatian serius.

Tingginya indeks risiko bencana, tingkat kemiskinan, serta potensi konflik sosial menjadi tantangan utama yang perlu dihadapi.

Karena itu, pembangunan ketahanan sosial ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama dalam RKPD Tahun 2027.

Bupati Manggarai juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 masih berada di angka 18,1 persen, atau setara dengan sekitar 65.000 jiwa.

Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus diatasi melalui kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis potensi daerah.

Melalui tema Musrenbang RKPD 2027, yakni “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan,” pemerintah daerah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Hal ini juga didukung oleh indeks daya saing daerah Manggarai yang mencapai 3,69, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi yang berada di angka 3,5.

Dalam forum tersebut, Bupati yang di sapa Hery Nabit juga menyoroti sejumlah sektor unggulan yang menjadi fokus pengembangan daerah.

Pertama adalah sektor pertanian yang dikelola secara modern dan terintegrasi dengan industrialisasi.

Industrialisasi dinilai menjadi kunci transformasi ekonomi daerah, namun membutuhkan dukungan infrastruktur dasar, terutama ketersediaan listrik.

Ia juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan energi panas bumi (geothermal) sebagai solusi menuju kemandirian energi daerah.

“Kalau mau keluar dari kemiskinan, ya geothermal. Hari ini Presiden pun tidak bicara kompor gas, tapi kompor listrik. Minyak semakin sulit karena konflik global, solusinya kita harus mandiri secara energi,” tegasnya.

Selain itu, sektor tenun ikat Manggarai juga mendapat perhatian dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Bupati Hery Nabit juga meminta dinas terkait untuk mengkategorikan para penenun berdasarkan tingkat keahlian, mulai dari pemula hingga penenun senior.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk tenun sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa kondisi global pada periode 2026–2027 masih diwarnai ketidakpastian, baik di tingkat internasional, nasional, maupun daerah.

Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Anggaran boleh dibicarakan dan tercatat, tapi realisasinya belum pasti. Bukan untuk membuat tidak nyaman, tetapi inilah realitas yang kita hadapi. Oleh karena itu, kita harus bersiap-siap dan menentukan prioritas dengan cermat,” pungkasnya.

Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, masyarakat, serta anak-anak sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan layak bagi seluruh warga.***